Arti sebuah nama menurut pandangan Islam

Nama adalah ciri atau tanda, maksudnya adalah orang yang diberi nama dapat mengenal dirinya atau dikenal oleh orang lain. Dalam Al-Qur’anul Kariim disebutkan;

يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَى لَمْ نَجْعَل لَّهُ مِن قَبْلُ سَمِيًّا (7) سورة مريم

“Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia” (QS. Maryam: 7).

Dan hakikat pemberian nama kepada anak adalah agar ia dikenal serta memuliakannya. Oleh sebab itu para ulama bersepakat akan wajibnya memberi nama kapada anak laki-laki dan perempuan 1). Oleh sebab itu apabila seseorang tidak diberi nama, maka ia akan menjadi seorang yang majhul (=tidak dikenal) oleh masyarakat.

Waktu Pemberian Nama

Telah datang sunnah dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tentang waktu pemberian nama, yaitu:

Memberikan nama kepada anak pada saat ia lahir.

Memberikan nama kepada anak pada hari ketiga setelah ia lahir.

Memberikan nama kepada anak pada hari ketujuh setelah ia lahir.

Pemberian Nama Kepada Anak Adalah Hak (Kewajiban) Bapak.

Tidak ada perbedaan pendapat bahwasannya seorang bapak lebih berhak dalam memberikan nama kepada anaknya dan bukan kepada ibunya. Hal ini sebagaimana telah tsabit (=tetap) dari para sahabat radhiallahu ‘anhum bahwa apabila mereka mendapatkan anak maka mereka pergi kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam agar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memberikan nama kepada anak-anak mereka. Hal ini menunjukkan bahwa kedudukan bapak lebih tinggi daripada ibu.

Nasab Anak Kepada Bapak Bukan Kepada Ibu

Sebagaimana hak memberikan nama kepada anak, maka seorang anakpun bernasab kepada bapaknya bukan kepada ibunya, oleh sebab itu seorang anak akan dipanggil: Fulan bin Fulan, bukan Fulan bin Fulanah.

Allah Ta’ala berfirman:

ادْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ (5) سورة الأحزاب

Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka…” (QS. Al-Ahzab: 5)

Oleh karena itu manusia pada hari kiamat akan dipanggil dengan nama bapak-bapak mereka: Fulan bin fulan. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam hadits dari Ibnu ‘Umar radhiallahu ‘anhuma dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam 2).

Memilih Nama Terbaik Untuk Anak

Kewajiban bagi seorang bapak adalah memilih nama terbaik bagi anaknya, baik dari sisi lafadz dan maknanya, sesuai dengan syar’iy dan lisan arab. Kadangkala pemberian nama kepada seorang anak baik adab dan diterima oleh telinga/pendangaran akan tetapi nama tersebut tidak sesuai dengan syari’at.

Tata Tertib Pemberian Nama Seorang Anak

Disukai Memberikan Nama Kepada Seorang Anak Dengan Dua Suku Kata, misal Abdullah, Abdurrahman. Kedua nama ini sangat disukai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana diterangkan oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud dll. Kedua nama ini menunjukkan penghambaan kepada Allah Azza wa Jalla. Dan sungguh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan nama kepada anak pamannya (Abbas radhiallahu ‘anhu), Abdullah radhiallahu ‘anhuma. Kemudian para sahabat radhiallahu ‘anhum terdapat 300 orang yang kesemuanya memiliki nama Abdullah. Dan nama anak dari kalangan Anshor yang pertama kali setelah hijrah ke Madinah Nabawiyah adalah Abdullah bin Zubair radhiallahu ‘anhuma.

Disukai Memberikan Nama Seorang Anak Dengan Nama-nama Penghambaan Kepada Allah Dengan Nama-nama-Nya Yang Indah (Asma’ul Husna), misal: Abdul Aziz, Abdul Ghoniy dll. Dan orang yang pertama yang menamai anaknya dengan nama yang demikian adalah sahabat Ibn Marwan bin Al-Hakim. Sesungguhnya orang-orang Syi’ah tidak memberikan nama kepada anak-anak mereka seperti hal ini, mereka mengharamkan diri mereka sendiri memberikan nama anak mereka dengan Abdurrahman sebab orang yang telah membunuh ‘Ali bin Abi Tholib adalah Abdurrahman bin Muljam.

Disukai Memberikan Nama Kepada Seorang Anak Dengan Nama-nama Para Nabi. Para ulama sepakat akan diperbolehkannya memberikan nama dengan nama para nabi3).Diriwayatkan dari Yusuf bin Abdis Salam, ia berkata:”Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam memberikan nama kepadaku Yusuf” (HR. Bukhori –dalam Adabul Mufrod-; At-Tirmidzi –dalam Asy-Syama’il-). Berkata Ibnu Hajjar Al-Asqolaniy: Sanadnya Shohih. Dan seutama-utamanya nama para nabi adalah nama nabi dan rasul kita Muhammad bin Abdillah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Para ulama berbeda pendapat tentang boleh atau tidaknya penggabungan dua nama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan nama kunyahnya, Muhammad Abul Qasim. Berkata Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah:”Dan yang benar adalah pemberian nama dengan namanya (yakni Muhammad, pent) adalah boleh. Sedangkan berkunyah dengan kunyahnya adalah dilarang dan pelarangan menggunakan kunyahnya pada saat beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup lebih keras dan penggabungan antara nama dan kunyah beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam juga terlarang”4).

Memberikan Nama Kepada Seorang Anak Dengan Nama-nama Orang Sholih Dari Kalangan Kaum Muslimin.Telah tsabit dari hadits Mughiroh bin Syu’bah radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, ia bersabda: أنهم كانوا يسمون بأسماء أنبيائهم والصالحين (رواه مسلم). “Sesungguhnya mereka memberikan nama (pada anak-anak mereka) dengan nama-nama para nabi dan orang-orang sholih” (HR. Muslim)."

Kemudian para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah penghulunya orang-orang sholih bagi umat ini dan demikian juga orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari akhir.

Para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memandang bahwa hal ini adalah baik, oleh karena itu sahabat Zubair bin ‘Awan radhiallahu ‘anhu memberikan nama kepada anak-anaknya –jumlah anaknya 9 orang- dengan nama-nama sahabat yang syahid pada waktu perang Badr, missal: Abdullah,’Urwah, Hamzah, Ja’far, Mush’ab, ‘Ubaidah, Kholid, ‘Umar, dan Mundzir.

Syarat-syarat Dalam Pemberian Nama

Nama tersebut menggunakan bahasa arab.

Nama tersebut dibangun dengan makna yang baik secara bahasa dan syari’at. Oleh karenanya dengan adanya syarat ini tidak boleh menggunakan nama-nama yang haram atau makruh baik dalam segi lafadz ataupun maknanya. Oleh karena itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam merubah nama-nama yang jelek menjadi nama-nama yang baik dari segi lafadz dan maknanya.

Nama-nama yang Diharamkan

Kaum muslimin telah bersepakat terhadap haramnya penggunaan nama-nama penghambaan kepada selain Allah Ta’ala baik dari matahari, patung-patung, manusia atau selainnya, missal: Abdur Rasul (=hambanya Rasul), Abdun Nabi (=hambanya Nabi) dll. Sedangkan selain nama Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, misal: Abdul ‘Izza (=hambanya Al-‘Izza (nama patung/berhala), Abdul Ka’bah (=hambanya Ka’bah), Abdus Syamsu (=hmabanya Matahari) dll.

Memberi nama dengan nama-nama Allah Tabaroka wa Ta’ala, misal: Rahim, Rahman, Kholiq dll.

Memberi nama dengan nama-nama asing atau nama-nama orang kafir.

Memberi nama dengan nama-nama patung/berhala atau sesembahan selain Allah Ta’ala, misal: Al-Lat, Al-‘Uzza dll.

Memberi nama dengan nama-nama asing baik yang berasal dari Turki, Faris, Barbar dll.

Setiap nama yang memuji (tazkiyyah) terhadap diri sendiri atau berisi kedustaan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; ن أخنع إسم عند الله رجل تسمى ملك الأملاك (رواه البخاري؛ مسلم “Sesungguhnya nama yang paling dibenci oleh Allah adalah seseorang yang bernama Malakul Amlak (=rajanya diraja)” (HR. Bukhori; Muslim).

Memberi nama dengan nama-nama Syaithon, misal: Al-Ajda’ dll.

Nama-nama Yang Dimakruhkan

Dimakruhkan memberi nama anak dengan nama-nama orang fasiq, penzina dll.

Dimakruhkan memberi nama anak dengan nama perbuatan-perbuatan jelek atau perbuatan-perbuatan maksiat.

Dimakruhkan memberi nama anak dengan nama para pengikut Fir’un, misal: Fir’un, Qarun, Haman.

Dimakruhkan memberi nama anak dengan nama-nama hewan yang telah dikenal akan sifat-sifat jeleknya, misal: Anjing, keledai dll.

Dimakruhkan memberi nama anak dengan Ism, mashdar, atau sifat-sifat yang menyerupai terhadap lafzdz “agama” (الدين) , dan lafadz “Islam” (الإسلام), misal: Nurruddin, Dliyauddin, Saiful Islam dll.

Dimakruhkan memberi nama ganda5), misal: Muhammad Ahmad, Muhammad Sa’id dll.

Para ulama memakruhkan memberi nama dengan nama-nama surat dalam Al-Qur’an, misal: Thoha, Yasin dll.

Jalan Keluar Dari Pemberian Nama-nama Yang Diharamkan Dan Yang Dimakruhkan

Jalan keluar dari kedua hal ini adalah merubah nama-nama tersebut dengan nama-nama yang disukai (mustahab) atau yang diperbolehkan secara syar’i. Dan untuk merubah nama ini kita dapat mendatangi kementrian/depertemen yang mengurusi masalah ini.6)

Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam merubah nama-nama yang mengandung makna kesyirikan kepada Allah kepada nama-nama Islamiy, dari nama-nama kufur kepada nama-nama imaniyah.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhaiallahu ‘anha, ia berkata:

كان رسول الله صلى الله عليه و سلم يغير الإسم القبيح إلى الإسم الحسن (رواه الترمذي).

Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam merubah nama-nama yang jelek menjadi nama-nama yang baik” (HR. AT-Tirmidzi).

Demikianlah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam merubah nama-nama yang jelek dengan nama-nama yang baik, seperti beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam merubah nama Syihab menjadi Hisyam dll. Demikian juga kita mesti merubah nama-nama yang buruk menjadi nama-nama yang baik, misal: Abdun Nabi menjadi Abdul Ghoniy, Abdur Rasul menjadi Abdul Ghofur, Abdul Husain menjadi Abdurrahman dll.

Maraji’:

Tasmiyah Al-Maulud, karya: Asy-Syaikh Bakr Abdullah Abu Zaid

Catatan Kaki:

1) Marotib Al-Ijma’, hal: 154. Oleh Ibn Hazm.

2) Lihat Shahih Bukhori, bab: Maa Yad’u An-Naas Bi abaihim.

3) Lihat Syarh Shahih Muslim 8/437. Imam An-Nawawi rahimahullah; Marotib Al-Ijma’, hal: 154-155.

4) Zaadul Ma’ad, 2/347. Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah.

5) Maksudnya adalah memberikan nama anak dengan dua nama, yang mana nama tersebut terdapat dalam satu orang. Misal Muhammad Ahmad, nama Muhammad dan Ahmad dimiliki oleh satu orang, dan Ahmad bukanlah nama bapaknya,pent.

6) Untuk di sini (Kuwait) kita dapat mendatangi Mahkamah,pent.

Dikutip dari Darussalaf.org offline dinukil dari http://abdurrahman.wordpress.com Penulis: Ustadz Abu Muhammad Abdurrahman Sarijan Judul: Etika Memberi Nama Anak Dalam Islam

Sumber : http://kaahil.blogdetik.com/2008/12/20/etika-memberi-nama-anak-dalam-islam/

Nama islam untuk nama bayi Islam anda mempunyai arti penting. Pemilihana nama bayi islam yang merupakan anugrah Allah telah di mendapat tuntunan nabi. Nama Islamadalah do'a dan untuk itu nama nama bayi islam anda selayaknya mendapatkan perhatian. Anda dapat mendownload daftar 853 nama islam untuk nama bayi islam anda melalui link di blog ini. Mudah2an nama untuk buah hati anda menjadi do'a yang makbul. Sebelum memilih nama bayi islam anda ada beberapa panduan memilih nama bayi islam

1. Sebaik-baik nama adalah ‘Abdullah dan ‘Abdurrahman (Al-Hadits)

2. Nama yang paling sesuai adalah Ĥarits dan Hammam (Al-Hadits)

3. Nama yang paling buruk adalah Ĥarb dan Murrah (Al-Hadits)

4. Dilarang menggunakan nama Barrah (Al-Hadits)

5. Dilarang menggunakan nama-nama yang berarti buruk

6. Dilarang menggunakan nama sesembahan selain Allah, seperti ‘Abdul Ka’bah, dll

6. Dilarang menggunakan Asmaa-ul Husnaa jika tidak memakai ‘Abdu di depannya

7. Dilarang menggunakan nama-nama malaikat

8. Dilarang menggunakan nama-nama menyerupai orang-orang di luar Islam

9. Dianjurkan tidak menggunakan nama-nama yang terlalu panjang. Kebanyakan nama-nama bayi di zaman Nabi SAW hanya terdiri dari 1 kata saja

10. Karena nama bayi Islam dalam bahasa Arab, dianjurkan untuk memilih nama yang mengandung huruf-huruf Arab yang mudah diucapkan oleh lisan Indonesia secara benar, sehingga tidak merubah arti nama tersebut.

Anda bisa mencari literatur lain untuk memperkuat panduan memilih nama bayi islam diatas karena pasti ada pendapat yang berbeda, silahkan tetapkan niat anda.

NAMA BAYI LAKI-LAKI

Aid, yang Kembali

Abbas, Paman Nabi2

Abdul Alim, Hamba yang Maha Tahu

Abdul Ally, Hamba yang Maha Tinggi

Abdul Azhim, Hamba yang Maha Agung

Abdul Aziz, Hamba yang Maha Kuat

Abdul Bari, Hamba yang Maha Pencipta

Abdul Basits, Hamba yang Maha Meluaskan

Abdul Fatah, Hambata yang Maha Membuka Rizki

Abdul Ghaffar, Hamba yang Maha Pengampun

Abdul Ghani, Hamba yang Mahakaya

Abdul Hadi, Hamba yang Maha Memberi Petunjuk

Abdul Hafizh, Hamba yang Maha Menetapkan Hukum

Abdul Hakim, Hamba yang Maha Bijaksana

Abdul Halim, Hamba yang Maha Lembut

Abdul Hamid, Hamba yang Maha Terpuji

Abdul Haq, Hamba yang Maha Benar

Abdul Hasib, Hamba yang Maha Penghitung

Abdul Jabar, Hamba yang Mahaperkasa

Abdul Jalil, Hamba yang Mahaluhur

Abdul Karim, Hamba yang Maha Pemurah

Abdul Khaliq, Hamba yang Maha Pencipta

Abdul Latief, Hamba yang Maha Lembah-lembut

Abdul Majid, Hamba yang Maha Mulia

Abdul Matin, Hamba yang Maha Perkasa

Abdul Mu'iz, Hamba yang maha Pemberi Kemuliaan

Abdul Muhaimin, Hamba yang Maha Penjaga

Abdul Muhsin, Hamba yang Maha Baik

Abdul Qadir, Hamba yang Maha Kuasa

Abdul Qahhar, Hamba yang Maha Penakluk

Abdul Quddus, Hamba yang Maha suci

Abdul Wahhab, Hamba yang Maha Pemberi

Abdul Wahid, Hamba yang Maha esa

Abdullah, Hamba Allah

Abdun Nasir, Hamba yang Maha Penolong

Abdur Rauf, Hamba yang Maha Pengasih

Abdur Rafi, Hamba yang Maha Pengangkat

Abdur Rahim, Hamba yang Maha Penyayang

Abdur Rahman, Hamba yang Maha Pengasih

Abdur Rasyid, Hamba yang Maha pandai

Abdur Rauf, Hamba yang Maha Penyayang

Abdur Razaq, Hamba yang Maha Memberi Rizki

Abdus Salam, Hamba yang Maha Sejahtera

Abdus Shabir, Hamba yang Maha Penyabar

Abdus Syakur, Hamba yang Maha Berterima kasih

Abdut Tawwab, Hamba yang Maha Penerima

Abid, Ahli Ibadah

Adib, Beradab

Adil, Yang Adil

Adnan, Mendiami, menempati

Ady, Kaum yang bersiap perang

Afif, Selamat dari Kehinaan

Ahmad, Memuji

Ali, Nama Khalifah keempat

Alif, Lemah Lembuh

Alim, Pandai

Allam, Banyak Ilmu

Alwan, Tinggi

Aly, Mulia

Amin, yang dapat dipercaya

Amir, Raja, Pemimpin

Ammar, Kuat imannya

Amru, Kehidupan

Anis, Ramah

Anwar, Bercahaya

Aqil, Paham

Arif, Yang tahu

Arkan, Kemuliaan

As'ad, Lebih Bahagia

Ashim, Yang memelihara Diri

Asyam, Pemimpin yang Mulia

Asyraf, lebih Mulia

Asyur, Hari ke-10 Bulan Muharam

Atha, Rizki

Athif, Orang yang lemah lembut

Atiq, Mulia

Ayub, Nama Nabi

Azhar, bercahaya

Aziz, yang perkasa

Azzam, berkemauan keras

Badar, Bulan Purnama

Badrani, 2 bulan Purnama

Bahij, yang cerita, tampan, pemandangan yang elok

Bahir, yang mengalahkan

Bahy, Tampan dan bermata indah

Bandar, Pelabuhan

Bari', Terjaga dari perbuatan dosa dan aib

Barraq, Berkilauan

Basil, Pemberani

Basman/Bassam, yang banyak senyum

Basyir, berita gembira

Bilal, Nama sahabat

Burhan, Penjelasan

Daffa', Banyak memiliki pertahanan diri

Dany, Dekat

Daris, Pembaca

Darwisy, Yang banyak beribadah

Dary, Arif bijaksana

Daud, Nama Nabi

Dhahy, Tempat yang terang

Dhaif, Tamu

Dhawy, Bersinar

Dhafi, yang lebar rambutnya

Daifullah, Tamu Allah

Dhiya, Sinar/Cahaya

Dzahab, emas

Dzakir, yang kuat daya ingatnya

Dzakwan, Sangat cerdas

Dzaky, cerdas, pandai

Dzamar, sesuatu yang harus dipertahankan

Dzikra, Peringatan

Fadhal, kebaikan

Fadhil, Yang berbudi

Fadi, Yang menebus

Fadlal, Keutamaan

Fadlil, Yang Utama

Faishal, Hakim

Fakhir, Bagus

Falih, Lurus

Fallah, Kemenangan

Farhan, Kesenangan / kebahagiaan

Fari', Perawakan tinggi

Farid, satu-satunya, tiada bandingnya

Faris, Pemburu

Farras, Cerdas

Farruq, Yang membedakan antara hak dan batil

Fathin, Cerdas

Fatih, Penakluk

Fauzan, Keberuntungan

Fawa, Kemenangan / Keberhasilan

Fuad, Hati

Ghali/Ghaly, Mahal / Berharga

Ghalib, yang menang

Habib, Yang terkasih

Hadi, Yang menunjukkan

Hadzal, Yang berjalan dgn cepat

Hafizh, Penghafal

Haidar, Pemberani

Hajid, Orang yang bertahajjud

Hakam, Hakim yang bijaksana

Halim, Lembut dan sabar

Hamdan, yang banyak pujian

Hamid, yang bersyukur

Hammad, yang banyak bersyukur

Hanif, yang lurus dalam beragama

Harun, Nama Nabi

Hasan, Baik

Hasib, Bangsawan

Hasyid, Orang yg selalu siap

Hasyim, Yang memecahkan perkara

Hatim, Mengadili

Hazim, berkemauan keras

Hibban, yang dikasihi

Hilal, Bulan Sabit

Hilmy, Penyabar/Pemurah

Hisyam, Kebaikan

Hud, Nama Nabi

Humam, Pemberani

Husain, sangat baik

Husam, Pedang yang tajam

Huwaidi, Yang mempunyai Sifat menakjubkan

Ibrahim, Nama Nabi

Imam, Teladan / Pemimpin

Isa, Nama Nabi

Ismail, Nama Nabi

Jalal, Orang besar yang dihormati

Jalil, Memiliki kekuasaan yang besar

Jamal, Keindahan

Jamaluddin, Keindahan agama

Jamil, yang baik

Jauhar, Permata

Jibran, Perintah

Jihad, Perjuangan

Kaisan, Cerdas

Kamal, Kesempurnaan / kelengkapan

Kamil, yang sempurna / lengkap

Karom, Kehormatan / Kemuliaan

Karim, yang terhormat

Kasib, Orang yang beruntung

Katib, Penulis

Khairi, Kebaikan

Khairullah, kebaikan Allah

Khalid, Kekal / Abadi

Khalifah, Pemimpin

Khalil, Teman karib

Khalish, Murni, bersih

Khatib, orang yang menyampaikan Khutbah

Luqman, Jalan terang

Lutfhi, Kehalusanku, kelembutanku

Mabruk, diberkahi

Mahbub, yang dicintai

Mahdy, yang mendapat hidayah

Mahfuzh, yang dijaga, dipelihara

Mahir, pandai

Mahmud, yang terpuji

Majid, yang baik

Malik, Raja / Yang memiliki

Maqbul, Diterima

Marjan, Batu Mutiara

Marzuq, yang memperoleh Rizky

Mas'ud, yang dianugerahi kebahagiaan

Masyurm Terkenal

Mathar, Hujan

Mauhub, yang dianugerahi

Miqdad, Orang yang mencegah kemungkaran

Mu'adz, Nama sahabat

Mubarak, Yang diberkahi

Muhajir, Orang yang berhijrah

Muhammad, Nama Nabi

Muhsin, yang berbuat baik

Mujahid, Pjuang

Mukhtar, Pilihan

Mukmin, Orang yang beriman

Mumtaz, Istimewa

Munir, bercahaya

Murad, Maksud

Mursyid, Penunjuk jalan

Mushlih, orang yang melakukan perbaikan

Muslim, orang Islam

Musthafa, Pilihan

Nabil, Terhormat

Nafal, Pemberian

Nafis, berharga

Najib, Mulia

Nashir, Yang menolong

Nasrullah, Pertolongan Allah

Naufal, Pemberian

Nayif, tinggi

Nazhim, Pengarang Puisi

Nazhir, yang memberi peringatan

Nibras, Pemberani

Nu'man, Yang memiliki kenikmatan

Nuh, Nama Nabi

Nuruddin, Cahaya Agama

Nuzhmi, jamaah, golongan

Qashid, yang menuju pada kemudahan

Qasim, yang membagi

Gatadah, Nama sahabat

Ra'if, sangat penyayang

Ra'uf, memiliki banyak kasih sayang

Rabbah, yang sangat beruntung

Rafi', Kedudukan yang tinggi & mulia

Raihan, Rizky

Rajab, Bulan Rajab

Ramadhan, Bulan Ramadhan

Ramiz, Yang merumuskan

Ramy, Bintang

Ramzi, Rumus

Ramzy, yang dapat disimbolkan

Rasul, Utusan

Rasyad, Petunjuk / Istiqamah

Rasyid, Petunjuk

Rasyiq, Tangkas, Gesit

Ratib, yang tetap

Ridhwan, Kepuasan, menerima

Riyadh, Taman

Rusydi, Petunjuk

Sa'id, Senang / Bahagia

Safar, berpergian

Sahir, yang berjaga diwaktu malam

Saif, pedang

Sajid, orang yang sujud kepada Allah

Salam / Salim, Selamat

Salman, nama sahabat

Sami, Luhur / Tinggi

Samir, Siang dan Malam

Sayyid, Pemuka / Pemimpin

Shabir / Shabri, Yang sabar / kesabaran

Shadiq, teman

Shafy, sahabat karib

Shahib, sahabat

Shamid, teguh / tegar

Shiddiq, yang jujur

Sidqi, kejujuran

Siraj, lentera / Lampu

Su'ud, keberuntungan

Sulaiman, nama Nabi

Sulthan, Kekuasaan

Sya'ban, Bulan Sya'ban

Syaddad, yang kuat

Syafi, yang menyembuhkan

Syafi', penolong / perantara

Syahid, orang yg meninggal fi sabilillah

Syakir, yang bersyukur

Syarif, yang mulia

Tamim, sempurna keadaannya

Tamir, banyak rizki dan kebaikan

Tamman, sempurna

Taufiq, petunjuk

Thaha, Nama surat dalam Al Qur'an

Thariq, Jalan

Thayyib, Baik

Tsani, yang kedua

Tsaqif, yang pandai

Umar, Nama Khalifah yang kedua

Umran, Kemakmuran

Utsman, Nama Khalifah ketiga

Wadud, yang dicintai

Wafi, yang melaksanakan / yang memenuhi (janji)

Wahid, satu-satunya

Wali, yang mencintai

Walid, yang dilahirkan

Washil, yang menghubungkan

Wasim, yang berwajah bagus

Ya'qub, Nama Nabi

Yafi, Lincah

Yahya, Nama Nabi

Yasir, Mudah / gampang

Yazid, lebih

Yunus, Nama Nabi

Yusuf, Nama Nabi

Zaghlul, cepat & ringan

Zahran, berkilau

Zahy, Wajah yang Elok

Zaky, Suci

Zakariya, Nama Nabi

Zhafar, kemenangan

Zhafir, yang menang / yang beruntung

Zhahir, yang tampak, yang nyata

Zuhair, bersinar

NAMA-NAMA BAYI PEREMPUAN

A'idah, Anugrah

Adzra', Perawan

Afifah, yang menjaga kesucian diri

Aisyah, Istri nabi

Aliyah, tinggi

Alya', langit

Aminah, yang terpercaya

Amirah, Pemimpin

Anisah, gadis perawan / lemah lembut

Aqilah, Terhormat, pandai

Arij, Harum

Asahy, warna-warni

Ashimah, yang menjaga

Asilah, yang berbuat baik

Asma, Unggul

Athifah, kasing sayang

Athirah, yang harum

Atikah, jernih

Atiqah, cantik

Azhar, Bunga2

Azizah, yang mulia

Badriyyah, malam rembulan

Balqis, Ratu negeri saba'

Basamah, tersenyum

Basimah, yang tersenyum

Dalilah, bukti

Daliyah, yang menunjukkan

Danah, Batu mulia

Dananir, Dinar

Daulah, Negara

Dunya, Dunia

Dien, agama

Dhaifa, tamu

Dhafiyah, mewah

Dinah, taat

Diyanah, Agama

Durah, mutiara

Dzahabiyyah, yang memiliki sifat emas

Dzakirah, yang berzikir

Dzakiyyah, cerdas

Dzikra, peringatan

Fa'izah, yang beruntung

Fadhilah, keistimewaan

Fadiyah, yang terlindungi

Faidah, Manfaat

Fairuz, Batu mulia

Farah, senang

Farhah, keceriaan

Faridah, tiada bandingnya

Fathimah, Putri Nabi

Fathinah, cerdas

Fathiyyah, Kemenangan

Fatin, yang menakjubkan

Fauziyyah,yang beruntung

Fikriyyah, berfikir

Firdaus, taman surga

Gaitsa', awan turunnya hujan

Ghaniyyah, wanita kaya

Ghaniyah, wanita penyenandung

Ghazalah, matahari terbit

Habibah, yang tercinta

Hadiyah, hadiah

Hafizhah, pemelihara

Hajar, Istri nabi Ibrahim AS

Hajir, yang berhijrah

Hajirah, yang berhijrah

Hakimah, yang bijaksana

Halimah, yang lebih, sabar

Hamamah, merpati

Hamidah, Yang memuji

Hana', suka cita

Hanan, Kasih sayang

Hamsah, suara pelan

Hanin, kasih sayang

Haniyah, lemah lembut

Hasanah, kebaikan

Hasibah, keturunan terpandang

Hasna', kebaikan, cantik

Hasyimiyyah, yang mulia

Haura', putih kulitnya

Haya, Puteri

Hazimah, keteguhan hati

Husna, kelembutan

Husniyah, yang baik

Hiwaidah, yang menakjubkan, kelembutan

Inas, baik hati

Inayah, tuntunan

Izah, kemuliaan

Ja'izah, hadiah

Jahra', memiliki pipi yang indah

Jaida', kebaikan

Jalilah, terhormat

Jamilah, yang indah

Jauzah, bintang

Jawahir, permata

Jihan, menjadikan terhormat

Juwairiyyah, istri nabi

Kadziyah, bunga yang harum

Kaltsum, cantik

Kamilah, sempurna

Karamah, kemuliaan

Karimah, Mulia

Kautsar, telaga surga

Kazhimah, sanggup menahan amarah

Khadijah, istri nabi

Khairiyah, baik

Khalishah, murni

Khaznah, harta yang disimpan

Labibah, cerdas

Lahfah, kerinduan

Laila, malam gelap

Luthfiyyah, halus

Mahabbah, kecintaan

Mahdiyyah, yang mendapat hidayah

Mahirah, pandai

Maimunah, yang beruntung

Mariyah, wajah yang berseri-seri

Marjanah, sebutir mutiara

Marmarah, baru marmer

Maryam, ibu Nabi Isa

Masarrah, kegembiraan

Mauhibah, anugrah

Mawaddah, kasih sayang

Mubarakah, diberkahi

Mufidah, yang berfaidah

Muhdiyah, yang menunjukkan

Mujahidah, pejuang

Mukminah, yang beriman

Munirah, yang terang

Murada, yang dicintai

Na'ilah, karunia

Nabilah, mulia

Nada, menyeru

Nadiyah, yang menyeru

Nafi'ah, bermanfaat

Nafisah, kaya raya

Nagmah, suara merdu

Najah, sukses

Nadjah, keberanian

Najiyah, selamat

Najlah', yang lebar matanya

Najmah, bintang

Najwa, rahasia

Nasamah, pembebasan

Nashirah, mendapat pertolongan dan menang

Nazhimah, kumpulan mutiara

Nazihah, terhindar dari hal-hal buruk

Nihayah, penutur

Nujud, cerdik

Nur, Cahaya

Nuwayyar, yang bercahaya

Qamariyyah, Nama bunga

Qasimah, cantik

Qiladah, kalung

Qismah, bagian

Ra'idah, pemandu

Rafi'ah, yang tinggi

Rafidah, yang diberi pertolongan

Rafiqah, Istri

Raghdah, damai

Rahaf, halus

Rahimah, penyayang

Rahmah, rahmat

Raihanah, wanita yang baik jiwanya

Raim, bukit

Raima, selama

Rajwa, permohonan

Raniyah, yang memandang dengan terpesona

Rasikhah, tegar, kuat

Rasyidah, yang matang fikirannya

Raudhah, taman

Rifqah, himpunan

Sa'adah, kebahagiaan

Sa'idah, yang senang

Sahilah, yang sangat mudah

Sahirah, rembulan

Sajidah, yang banyak bersujud

Sakinah, tenang

Salimah, selamat

Sallamah, yang menyelamatkan

Salma, selamat

Salsabil, mata air surga

Salwa, nama burung, madu

Samar, sinar rembulan

Samirah, siang dan malam

Samiyah, luhur

Samra', warna coklat

Sarah, Istri nabi Ibrahim

Sayyidah, Nyonya

Shabah, waktu pagi

Shabihah, wajah yang berseri-seri

Shada, gema

Shadiqah, yang jujur

Shafa, kejernihan

Shalihah, wanita yang shaleh

Shiba, kerinduan

Suhailah, mudah

Sulthanah, pemimpin wanita

Syarifah, yang mulia

Syukriyyah, kesyukuran

Tahani, selamat

Tamimah, perlindungan

Thallah, cantik

Thayyibah, yang baik

Tsamirah, yang berbuah

Tumamah, kesempurnaan

Ulfah, ramah tmah

Ulya, yang luhu

Umu Kultsum, Nama Puteri Nabi

Unsyudah, syair yang berkumandang

Wahidah, satu-satunya

Waliyah, yang mencitai

Wardah, bunga mawar

Wasimah, Berwajah cantik

Yamamah, merpati

Yasamin/yasaminah, Bunga melati

Zahirah, bercahaya

Zahrah, bunga

Zahwah, membanggakan

Zainab, istri nabi

Zainah, yang indah

Zakiyah, Suci

Zhafirah, yang beruntung

Zhahirah, penolong

Arti sebuah nama menurut pandangan Islam

Nama adalah ciri atau tanda, maksudnya adalah orang yang diberi nama dapat mengenal dirinya atau dikenal oleh orang lain. Dalam Al-Qur’anul Kariim disebutkan;

يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَى لَمْ نَجْعَل لَّهُ مِن قَبْلُ سَمِيًّا (7) سورة مريم

“Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia” (QS. Maryam: 7).

Dan hakikat pemberian nama kepada anak adalah agar ia dikenal serta memuliakannya. Oleh sebab itu para ulama bersepakat akan wajibnya memberi nama kapada anak laki-laki dan perempuan 1). Oleh sebab itu apabila seseorang tidak diberi nama, maka ia akan menjadi seorang yang majhul (=tidak dikenal) oleh masyarakat.

Waktu Pemberian Nama

Telah datang sunnah dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tentang waktu pemberian nama, yaitu:

Memberikan nama kepada anak pada saat ia lahir.

Memberikan nama kepada anak pada hari ketiga setelah ia lahir.

Memberikan nama kepada anak pada hari ketujuh setelah ia lahir.

Pemberian Nama Kepada Anak Adalah Hak (Kewajiban) Bapak.

Tidak ada perbedaan pendapat bahwasannya seorang bapak lebih berhak dalam memberikan nama kepada anaknya dan bukan kepada ibunya. Hal ini sebagaimana telah tsabit (=tetap) dari para sahabat radhiallahu ‘anhum bahwa apabila mereka mendapatkan anak maka mereka pergi kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam agar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memberikan nama kepada anak-anak mereka. Hal ini menunjukkan bahwa kedudukan bapak lebih tinggi daripada ibu.

Nasab Anak Kepada Bapak Bukan Kepada Ibu

Sebagaimana hak memberikan nama kepada anak, maka seorang anakpun bernasab kepada bapaknya bukan kepada ibunya, oleh sebab itu seorang anak akan dipanggil: Fulan bin Fulan, bukan Fulan bin Fulanah.

Allah Ta’ala berfirman:

ادْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ (5) سورة الأحزاب

Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka…” (QS. Al-Ahzab: 5)

Oleh karena itu manusia pada hari kiamat akan dipanggil dengan nama bapak-bapak mereka: Fulan bin fulan. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam hadits dari Ibnu ‘Umar radhiallahu ‘anhuma dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam 2).

Memilih Nama Terbaik Untuk Anak

Kewajiban bagi seorang bapak adalah memilih nama terbaik bagi anaknya, baik dari sisi lafadz dan maknanya, sesuai dengan syar’iy dan lisan arab. Kadangkala pemberian nama kepada seorang anak baik adab dan diterima oleh telinga/pendangaran akan tetapi nama tersebut tidak sesuai dengan syari’at.

Tata Tertib Pemberian Nama Seorang Anak

Disukai Memberikan Nama Kepada Seorang Anak Dengan Dua Suku Kata, misal Abdullah, Abdurrahman. Kedua nama ini sangat disukai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana diterangkan oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud dll. Kedua nama ini menunjukkan penghambaan kepada Allah Azza wa Jalla. Dan sungguh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan nama kepada anak pamannya (Abbas radhiallahu ‘anhu), Abdullah radhiallahu ‘anhuma. Kemudian para sahabat radhiallahu ‘anhum terdapat 300 orang yang kesemuanya memiliki nama Abdullah. Dan nama anak dari kalangan Anshor yang pertama kali setelah hijrah ke Madinah Nabawiyah adalah Abdullah bin Zubair radhiallahu ‘anhuma.

Disukai Memberikan Nama Seorang Anak Dengan Nama-nama Penghambaan Kepada Allah Dengan Nama-nama-Nya Yang Indah (Asma’ul Husna), misal: Abdul Aziz, Abdul Ghoniy dll. Dan orang yang pertama yang menamai anaknya dengan nama yang demikian adalah sahabat Ibn Marwan bin Al-Hakim. Sesungguhnya orang-orang Syi’ah tidak memberikan nama kepada anak-anak mereka seperti hal ini, mereka mengharamkan diri mereka sendiri memberikan nama anak mereka dengan Abdurrahman sebab orang yang telah membunuh ‘Ali bin Abi Tholib adalah Abdurrahman bin Muljam.

Disukai Memberikan Nama Kepada Seorang Anak Dengan Nama-nama Para Nabi. Para ulama sepakat akan diperbolehkannya memberikan nama dengan nama para nabi3).Diriwayatkan dari Yusuf bin Abdis Salam, ia berkata:”Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam memberikan nama kepadaku Yusuf” (HR. Bukhori –dalam Adabul Mufrod-; At-Tirmidzi –dalam Asy-Syama’il-). Berkata Ibnu Hajjar Al-Asqolaniy: Sanadnya Shohih. Dan seutama-utamanya nama para nabi adalah nama nabi dan rasul kita Muhammad bin Abdillah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Para ulama berbeda pendapat tentang boleh atau tidaknya penggabungan dua nama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan nama kunyahnya, Muhammad Abul Qasim. Berkata Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah:”Dan yang benar adalah pemberian nama dengan namanya (yakni Muhammad, pent) adalah boleh. Sedangkan berkunyah dengan kunyahnya adalah dilarang dan pelarangan menggunakan kunyahnya pada saat beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup lebih keras dan penggabungan antara nama dan kunyah beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam juga terlarang”4).

Memberikan Nama Kepada Seorang Anak Dengan Nama-nama Orang Sholih Dari Kalangan Kaum Muslimin.Telah tsabit dari hadits Mughiroh bin Syu’bah radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, ia bersabda: أنهم كانوا يسمون بأسماء أنبيائهم والصالحين (رواه مسلم). “Sesungguhnya mereka memberikan nama (pada anak-anak mereka) dengan nama-nama para nabi dan orang-orang sholih” (HR. Muslim)."

Kemudian para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah penghulunya orang-orang sholih bagi umat ini dan demikian juga orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari akhir.

Para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memandang bahwa hal ini adalah baik, oleh karena itu sahabat Zubair bin ‘Awan radhiallahu ‘anhu memberikan nama kepada anak-anaknya –jumlah anaknya 9 orang- dengan nama-nama sahabat yang syahid pada waktu perang Badr, missal: Abdullah,’Urwah, Hamzah, Ja’far, Mush’ab, ‘Ubaidah, Kholid, ‘Umar, dan Mundzir.

Syarat-syarat Dalam Pemberian Nama

Nama tersebut menggunakan bahasa arab.

Nama tersebut dibangun dengan makna yang baik secara bahasa dan syari’at. Oleh karenanya dengan adanya syarat ini tidak boleh menggunakan nama-nama yang haram atau makruh baik dalam segi lafadz ataupun maknanya. Oleh karena itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam merubah nama-nama yang jelek menjadi nama-nama yang baik dari segi lafadz dan maknanya.

Nama-nama yang Diharamkan

Kaum muslimin telah bersepakat terhadap haramnya penggunaan nama-nama penghambaan kepada selain Allah Ta’ala baik dari matahari, patung-patung, manusia atau selainnya, missal: Abdur Rasul (=hambanya Rasul), Abdun Nabi (=hambanya Nabi) dll. Sedangkan selain nama Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, misal: Abdul ‘Izza (=hambanya Al-‘Izza (nama patung/berhala), Abdul Ka’bah (=hambanya Ka’bah), Abdus Syamsu (=hmabanya Matahari) dll.

Memberi nama dengan nama-nama Allah Tabaroka wa Ta’ala, misal: Rahim, Rahman, Kholiq dll.

Memberi nama dengan nama-nama asing atau nama-nama orang kafir.

Memberi nama dengan nama-nama patung/berhala atau sesembahan selain Allah Ta’ala, misal: Al-Lat, Al-‘Uzza dll.

Memberi nama dengan nama-nama asing baik yang berasal dari Turki, Faris, Barbar dll.

Setiap nama yang memuji (tazkiyyah) terhadap diri sendiri atau berisi kedustaan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; ن أخنع إسم عند الله رجل تسمى ملك الأملاك (رواه البخاري؛ مسلم “Sesungguhnya nama yang paling dibenci oleh Allah adalah seseorang yang bernama Malakul Amlak (=rajanya diraja)” (HR. Bukhori; Muslim).

Memberi nama dengan nama-nama Syaithon, misal: Al-Ajda’ dll.

Nama-nama Yang Dimakruhkan

Dimakruhkan memberi nama anak dengan nama-nama orang fasiq, penzina dll.

Dimakruhkan memberi nama anak dengan nama perbuatan-perbuatan jelek atau perbuatan-perbuatan maksiat.

Dimakruhkan memberi nama anak dengan nama para pengikut Fir’un, misal: Fir’un, Qarun, Haman.

Dimakruhkan memberi nama anak dengan nama-nama hewan yang telah dikenal akan sifat-sifat jeleknya, misal: Anjing, keledai dll.

Dimakruhkan memberi nama anak dengan Ism, mashdar, atau sifat-sifat yang menyerupai terhadap lafzdz “agama” (الدين) , dan lafadz “Islam” (الإسلام), misal: Nurruddin, Dliyauddin, Saiful Islam dll.

Dimakruhkan memberi nama ganda5), misal: Muhammad Ahmad, Muhammad Sa’id dll.

Para ulama memakruhkan memberi nama dengan nama-nama surat dalam Al-Qur’an, misal: Thoha, Yasin dll.

Jalan Keluar Dari Pemberian Nama-nama Yang Diharamkan Dan Yang Dimakruhkan

Jalan keluar dari kedua hal ini adalah merubah nama-nama tersebut dengan nama-nama yang disukai (mustahab) atau yang diperbolehkan secara syar’i. Dan untuk merubah nama ini kita dapat mendatangi kementrian/depertemen yang mengurusi masalah ini.6)

Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam merubah nama-nama yang mengandung makna kesyirikan kepada Allah kepada nama-nama Islamiy, dari nama-nama kufur kepada nama-nama imaniyah.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhaiallahu ‘anha, ia berkata:

كان رسول الله صلى الله عليه و سلم يغير الإسم القبيح إلى الإسم الحسن (رواه الترمذي).

Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam merubah nama-nama yang jelek menjadi nama-nama yang baik” (HR. AT-Tirmidzi).

Demikianlah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam merubah nama-nama yang jelek dengan nama-nama yang baik, seperti beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam merubah nama Syihab menjadi Hisyam dll. Demikian juga kita mesti merubah nama-nama yang buruk menjadi nama-nama yang baik, misal: Abdun Nabi menjadi Abdul Ghoniy, Abdur Rasul menjadi Abdul Ghofur, Abdul Husain menjadi Abdurrahman dll.

Maraji’:

Tasmiyah Al-Maulud, karya: Asy-Syaikh Bakr Abdullah Abu Zaid

Catatan Kaki:

1) Marotib Al-Ijma’, hal: 154. Oleh Ibn Hazm.

2) Lihat Shahih Bukhori, bab: Maa Yad’u An-Naas Bi abaihim.

3) Lihat Syarh Shahih Muslim 8/437. Imam An-Nawawi rahimahullah; Marotib Al-Ijma’, hal: 154-155.

4) Zaadul Ma’ad, 2/347. Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah.

5) Maksudnya adalah memberikan nama anak dengan dua nama, yang mana nama tersebut terdapat dalam satu orang. Misal Muhammad Ahmad, nama Muhammad dan Ahmad dimiliki oleh satu orang, dan Ahmad bukanlah nama bapaknya,pent.

6) Untuk di sini (Kuwait) kita dapat mendatangi Mahkamah,pent.

Dikutip dari Darussalaf.org offline dinukil dari http://abdurrahman.wordpress.com Penulis: Ustadz Abu Muhammad Abdurrahman Sarijan Judul: Etika Memberi Nama Anak Dalam Islam

Sumber : http://kaahil.blogdetik.com/2008/12/20/etika-memberi-nama-anak-dalam-islam/

Nama islam untuk nama bayi Islam anda mempunyai arti penting. Pemilihana nama bayi islam yang merupakan anugrah Allah telah di mendapat tuntunan nabi. Nama Islamadalah do'a dan untuk itu nama nama bayi islam anda selayaknya mendapatkan perhatian. Anda dapat mendownload daftar 853 nama islam untuk nama bayi islam anda melalui link di blog ini. Mudah2an nama untuk buah hati anda menjadi do'a yang makbul. Sebelum memilih nama bayi islam anda ada beberapa panduan memilih nama bayi islam

1. Sebaik-baik nama adalah ‘Abdullah dan ‘Abdurrahman (Al-Hadits)

2. Nama yang paling sesuai adalah Ĥarits dan Hammam (Al-Hadits)

3. Nama yang paling buruk adalah Ĥarb dan Murrah (Al-Hadits)

4. Dilarang menggunakan nama Barrah (Al-Hadits)

5. Dilarang menggunakan nama-nama yang berarti buruk

6. Dilarang menggunakan nama sesembahan selain Allah, seperti ‘Abdul Ka’bah, dll

6. Dilarang menggunakan Asmaa-ul Husnaa jika tidak memakai ‘Abdu di depannya

7. Dilarang menggunakan nama-nama malaikat

8. Dilarang menggunakan nama-nama menyerupai orang-orang di luar Islam

9. Dianjurkan tidak menggunakan nama-nama yang terlalu panjang. Kebanyakan nama-nama bayi di zaman Nabi SAW hanya terdiri dari 1 kata saja

10. Karena nama bayi Islam dalam bahasa Arab, dianjurkan untuk memilih nama yang mengandung huruf-huruf Arab yang mudah diucapkan oleh lisan Indonesia secara benar, sehingga tidak merubah arti nama tersebut.

Anda bisa mencari literatur lain untuk memperkuat panduan memilih nama bayi islam diatas karena pasti ada pendapat yang berbeda, silahkan tetapkan niat anda.

NAMA BAYI LAKI-LAKI

Aid, yang Kembali

Abbas, Paman Nabi2

Abdul Alim, Hamba yang Maha Tahu

Abdul Ally, Hamba yang Maha Tinggi

Abdul Azhim, Hamba yang Maha Agung

Abdul Aziz, Hamba yang Maha Kuat

Abdul Bari, Hamba yang Maha Pencipta

Abdul Basits, Hamba yang Maha Meluaskan

Abdul Fatah, Hambata yang Maha Membuka Rizki

Abdul Ghaffar, Hamba yang Maha Pengampun

Abdul Ghani, Hamba yang Mahakaya

Abdul Hadi, Hamba yang Maha Memberi Petunjuk

Abdul Hafizh, Hamba yang Maha Menetapkan Hukum

Abdul Hakim, Hamba yang Maha Bijaksana

Abdul Halim, Hamba yang Maha Lembut

Abdul Hamid, Hamba yang Maha Terpuji

Abdul Haq, Hamba yang Maha Benar

Abdul Hasib, Hamba yang Maha Penghitung

Abdul Jabar, Hamba yang Mahaperkasa

Abdul Jalil, Hamba yang Mahaluhur

Abdul Karim, Hamba yang Maha Pemurah

Abdul Khaliq, Hamba yang Maha Pencipta

Abdul Latief, Hamba yang Maha Lembah-lembut

Abdul Majid, Hamba yang Maha Mulia

Abdul Matin, Hamba yang Maha Perkasa

Abdul Mu'iz, Hamba yang maha Pemberi Kemuliaan

Abdul Muhaimin, Hamba yang Maha Penjaga

Abdul Muhsin, Hamba yang Maha Baik

Abdul Qadir, Hamba yang Maha Kuasa

Abdul Qahhar, Hamba yang Maha Penakluk

Abdul Quddus, Hamba yang Maha suci

Abdul Wahhab, Hamba yang Maha Pemberi

Abdul Wahid, Hamba yang Maha esa

Abdullah, Hamba Allah

Abdun Nasir, Hamba yang Maha Penolong

Abdur Rauf, Hamba yang Maha Pengasih

Abdur Rafi, Hamba yang Maha Pengangkat

Abdur Rahim, Hamba yang Maha Penyayang

Abdur Rahman, Hamba yang Maha Pengasih

Abdur Rasyid, Hamba yang Maha pandai

Abdur Rauf, Hamba yang Maha Penyayang

Abdur Razaq, Hamba yang Maha Memberi Rizki

Abdus Salam, Hamba yang Maha Sejahtera

Abdus Shabir, Hamba yang Maha Penyabar

Abdus Syakur, Hamba yang Maha Berterima kasih

Abdut Tawwab, Hamba yang Maha Penerima

Abid, Ahli Ibadah

Adib, Beradab

Adil, Yang Adil

Adnan, Mendiami, menempati

Ady, Kaum yang bersiap perang

Afif, Selamat dari Kehinaan

Ahmad, Memuji

Ali, Nama Khalifah keempat

Alif, Lemah Lembuh

Alim, Pandai

Allam, Banyak Ilmu

Alwan, Tinggi

Aly, Mulia

Amin, yang dapat dipercaya

Amir, Raja, Pemimpin

Ammar, Kuat imannya

Amru, Kehidupan

Anis, Ramah

Anwar, Bercahaya

Aqil, Paham

Arif, Yang tahu

Arkan, Kemuliaan

As'ad, Lebih Bahagia

Ashim, Yang memelihara Diri

Asyam, Pemimpin yang Mulia

Asyraf, lebih Mulia

Asyur, Hari ke-10 Bulan Muharam

Atha, Rizki

Athif, Orang yang lemah lembut

Atiq, Mulia

Ayub, Nama Nabi

Azhar, bercahaya

Aziz, yang perkasa

Azzam, berkemauan keras

Badar, Bulan Purnama

Badrani, 2 bulan Purnama

Bahij, yang cerita, tampan, pemandangan yang elok

Bahir, yang mengalahkan

Bahy, Tampan dan bermata indah

Bandar, Pelabuhan

Bari', Terjaga dari perbuatan dosa dan aib

Barraq, Berkilauan

Basil, Pemberani

Basman/Bassam, yang banyak senyum

Basyir, berita gembira

Bilal, Nama sahabat

Burhan, Penjelasan

Daffa', Banyak memiliki pertahanan diri

Dany, Dekat

Daris, Pembaca

Darwisy, Yang banyak beribadah

Dary, Arif bijaksana

Daud, Nama Nabi

Dhahy, Tempat yang terang

Dhaif, Tamu

Dhawy, Bersinar

Dhafi, yang lebar rambutnya

Daifullah, Tamu Allah

Dhiya, Sinar/Cahaya

Dzahab, emas

Dzakir, yang kuat daya ingatnya

Dzakwan, Sangat cerdas

Dzaky, cerdas, pandai

Dzamar, sesuatu yang harus dipertahankan

Dzikra, Peringatan

Fadhal, kebaikan

Fadhil, Yang berbudi

Fadi, Yang menebus

Fadlal, Keutamaan

Fadlil, Yang Utama

Faishal, Hakim

Fakhir, Bagus

Falih, Lurus

Fallah, Kemenangan

Farhan, Kesenangan / kebahagiaan

Fari', Perawakan tinggi

Farid, satu-satunya, tiada bandingnya

Faris, Pemburu

Farras, Cerdas

Farruq, Yang membedakan antara hak dan batil

Fathin, Cerdas

Fatih, Penakluk

Fauzan, Keberuntungan

Fawa, Kemenangan / Keberhasilan

Fuad, Hati

Ghali/Ghaly, Mahal / Berharga

Ghalib, yang menang

Habib, Yang terkasih

Hadi, Yang menunjukkan

Hadzal, Yang berjalan dgn cepat

Hafizh, Penghafal

Haidar, Pemberani

Hajid, Orang yang bertahajjud

Hakam, Hakim yang bijaksana

Halim, Lembut dan sabar

Hamdan, yang banyak pujian

Hamid, yang bersyukur

Hammad, yang banyak bersyukur

Hanif, yang lurus dalam beragama

Harun, Nama Nabi

Hasan, Baik

Hasib, Bangsawan

Hasyid, Orang yg selalu siap

Hasyim, Yang memecahkan perkara

Hatim, Mengadili

Hazim, berkemauan keras

Hibban, yang dikasihi

Hilal, Bulan Sabit

Hilmy, Penyabar/Pemurah

Hisyam, Kebaikan

Hud, Nama Nabi

Humam, Pemberani

Husain, sangat baik

Husam, Pedang yang tajam

Huwaidi, Yang mempunyai Sifat menakjubkan

Ibrahim, Nama Nabi

Imam, Teladan / Pemimpin

Isa, Nama Nabi

Ismail, Nama Nabi

Jalal, Orang besar yang dihormati

Jalil, Memiliki kekuasaan yang besar

Jamal, Keindahan

Jamaluddin, Keindahan agama

Jamil, yang baik

Jauhar, Permata

Jibran, Perintah

Jihad, Perjuangan

Kaisan, Cerdas

Kamal, Kesempurnaan / kelengkapan

Kamil, yang sempurna / lengkap

Karom, Kehormatan / Kemuliaan

Karim, yang terhormat

Kasib, Orang yang beruntung

Katib, Penulis

Khairi, Kebaikan

Khairullah, kebaikan Allah

Khalid, Kekal / Abadi

Khalifah, Pemimpin

Khalil, Teman karib

Khalish, Murni, bersih

Khatib, orang yang menyampaikan Khutbah

Luqman, Jalan terang

Lutfhi, Kehalusanku, kelembutanku

Mabruk, diberkahi

Mahbub, yang dicintai

Mahdy, yang mendapat hidayah

Mahfuzh, yang dijaga, dipelihara

Mahir, pandai

Mahmud, yang terpuji

Majid, yang baik

Malik, Raja / Yang memiliki

Maqbul, Diterima

Marjan, Batu Mutiara

Marzuq, yang memperoleh Rizky

Mas'ud, yang dianugerahi kebahagiaan

Masyurm Terkenal

Mathar, Hujan

Mauhub, yang dianugerahi

Miqdad, Orang yang mencegah kemungkaran

Mu'adz, Nama sahabat

Mubarak, Yang diberkahi

Muhajir, Orang yang berhijrah

Muhammad, Nama Nabi

Muhsin, yang berbuat baik

Mujahid, Pjuang

Mukhtar, Pilihan

Mukmin, Orang yang beriman

Mumtaz, Istimewa

Munir, bercahaya

Murad, Maksud

Mursyid, Penunjuk jalan

Mushlih, orang yang melakukan perbaikan

Muslim, orang Islam

Musthafa, Pilihan

Nabil, Terhormat

Nafal, Pemberian

Nafis, berharga

Najib, Mulia

Nashir, Yang menolong

Nasrullah, Pertolongan Allah

Naufal, Pemberian

Nayif, tinggi

Nazhim, Pengarang Puisi

Nazhir, yang memberi peringatan

Nibras, Pemberani

Nu'man, Yang memiliki kenikmatan

Nuh, Nama Nabi

Nuruddin, Cahaya Agama

Nuzhmi, jamaah, golongan

Qashid, yang menuju pada kemudahan

Qasim, yang membagi

Gatadah, Nama sahabat

Ra'if, sangat penyayang

Ra'uf, memiliki banyak kasih sayang

Rabbah, yang sangat beruntung

Rafi', Kedudukan yang tinggi & mulia

Raihan, Rizky

Rajab, Bulan Rajab

Ramadhan, Bulan Ramadhan

Ramiz, Yang merumuskan

Ramy, Bintang

Ramzi, Rumus

Ramzy, yang dapat disimbolkan

Rasul, Utusan

Rasyad, Petunjuk / Istiqamah

Rasyid, Petunjuk

Rasyiq, Tangkas, Gesit

Ratib, yang tetap

Ridhwan, Kepuasan, menerima

Riyadh, Taman

Rusydi, Petunjuk

Sa'id, Senang / Bahagia

Safar, berpergian

Sahir, yang berjaga diwaktu malam

Saif, pedang

Sajid, orang yang sujud kepada Allah

Salam / Salim, Selamat

Salman, nama sahabat

Sami, Luhur / Tinggi

Samir, Siang dan Malam

Sayyid, Pemuka / Pemimpin

Shabir / Shabri, Yang sabar / kesabaran

Shadiq, teman

Shafy, sahabat karib

Shahib, sahabat

Shamid, teguh / tegar

Shiddiq, yang jujur

Sidqi, kejujuran

Siraj, lentera / Lampu

Su'ud, keberuntungan

Sulaiman, nama Nabi

Sulthan, Kekuasaan

Sya'ban, Bulan Sya'ban

Syaddad, yang kuat

Syafi, yang menyembuhkan

Syafi', penolong / perantara

Syahid, orang yg meninggal fi sabilillah

Syakir, yang bersyukur

Syarif, yang mulia

Tamim, sempurna keadaannya

Tamir, banyak rizki dan kebaikan

Tamman, sempurna

Taufiq, petunjuk

Thaha, Nama surat dalam Al Qur'an

Thariq, Jalan

Thayyib, Baik

Tsani, yang kedua

Tsaqif, yang pandai

Umar, Nama Khalifah yang kedua

Umran, Kemakmuran

Utsman, Nama Khalifah ketiga

Wadud, yang dicintai

Wafi, yang melaksanakan / yang memenuhi (janji)

Wahid, satu-satunya

Wali, yang mencintai

Walid, yang dilahirkan

Washil, yang menghubungkan

Wasim, yang berwajah bagus

Ya'qub, Nama Nabi

Yafi, Lincah

Yahya, Nama Nabi

Yasir, Mudah / gampang

Yazid, lebih

Yunus, Nama Nabi

Yusuf, Nama Nabi

Zaghlul, cepat & ringan

Zahran, berkilau

Zahy, Wajah yang Elok

Zaky, Suci

Zakariya, Nama Nabi

Zhafar, kemenangan

Zhafir, yang menang / yang beruntung

Zhahir, yang tampak, yang nyata

Zuhair, bersinar

NAMA-NAMA BAYI PEREMPUAN

A'idah, Anugrah

Adzra', Perawan

Afifah, yang menjaga kesucian diri

Aisyah, Istri nabi

Aliyah, tinggi

Alya', langit

Aminah, yang terpercaya

Amirah, Pemimpin

Anisah, gadis perawan / lemah lembut

Aqilah, Terhormat, pandai

Arij, Harum

Asahy, warna-warni

Ashimah, yang menjaga

Asilah, yang berbuat baik

Asma, Unggul

Athifah, kasing sayang

Athirah, yang harum

Atikah, jernih

Atiqah, cantik

Azhar, Bunga2

Azizah, yang mulia

Badriyyah, malam rembulan

Balqis, Ratu negeri saba'

Basamah, tersenyum

Basimah, yang tersenyum

Dalilah, bukti

Daliyah, yang menunjukkan

Danah, Batu mulia

Dananir, Dinar

Daulah, Negara

Dunya, Dunia

Dien, agama

Dhaifa, tamu

Dhafiyah, mewah

Dinah, taat

Diyanah, Agama

Durah, mutiara

Dzahabiyyah, yang memiliki sifat emas

Dzakirah, yang berzikir

Dzakiyyah, cerdas

Dzikra, peringatan

Fa'izah, yang beruntung

Fadhilah, keistimewaan

Fadiyah, yang terlindungi

Faidah, Manfaat

Fairuz, Batu mulia

Farah, senang

Farhah, keceriaan

Faridah, tiada bandingnya

Fathimah, Putri Nabi

Fathinah, cerdas

Fathiyyah, Kemenangan

Fatin, yang menakjubkan

Fauziyyah,yang beruntung

Fikriyyah, berfikir

Firdaus, taman surga

Gaitsa', awan turunnya hujan

Ghaniyyah, wanita kaya

Ghaniyah, wanita penyenandung

Ghazalah, matahari terbit

Habibah, yang tercinta

Hadiyah, hadiah

Hafizhah, pemelihara

Hajar, Istri nabi Ibrahim AS

Hajir, yang berhijrah

Hajirah, yang berhijrah

Hakimah, yang bijaksana

Halimah, yang lebih, sabar

Hamamah, merpati

Hamidah, Yang memuji

Hana', suka cita

Hanan, Kasih sayang

Hamsah, suara pelan

Hanin, kasih sayang

Haniyah, lemah lembut

Hasanah, kebaikan

Hasibah, keturunan terpandang

Hasna', kebaikan, cantik

Hasyimiyyah, yang mulia

Haura', putih kulitnya

Haya, Puteri

Hazimah, keteguhan hati

Husna, kelembutan

Husniyah, yang baik

Hiwaidah, yang menakjubkan, kelembutan

Inas, baik hati

Inayah, tuntunan

Izah, kemuliaan

Ja'izah, hadiah

Jahra', memiliki pipi yang indah

Jaida', kebaikan

Jalilah, terhormat

Jamilah, yang indah

Jauzah, bintang

Jawahir, permata

Jihan, menjadikan terhormat

Juwairiyyah, istri nabi

Kadziyah, bunga yang harum

Kaltsum, cantik

Kamilah, sempurna

Karamah, kemuliaan

Karimah, Mulia

Kautsar, telaga surga

Kazhimah, sanggup menahan amarah

Khadijah, istri nabi

Khairiyah, baik

Khalishah, murni

Khaznah, harta yang disimpan

Labibah, cerdas

Lahfah, kerinduan

Laila, malam gelap

Luthfiyyah, halus

Mahabbah, kecintaan

Mahdiyyah, yang mendapat hidayah

Mahirah, pandai

Maimunah, yang beruntung

Mariyah, wajah yang berseri-seri

Marjanah, sebutir mutiara

Marmarah, baru marmer

Maryam, ibu Nabi Isa

Masarrah, kegembiraan

Mauhibah, anugrah

Mawaddah, kasih sayang

Mubarakah, diberkahi

Mufidah, yang berfaidah

Muhdiyah, yang menunjukkan

Mujahidah, pejuang

Mukminah, yang beriman

Munirah, yang terang

Murada, yang dicintai

Na'ilah, karunia

Nabilah, mulia

Nada, menyeru

Nadiyah, yang menyeru

Nafi'ah, bermanfaat

Nafisah, kaya raya

Nagmah, suara merdu

Najah, sukses

Nadjah, keberanian

Najiyah, selamat

Najlah', yang lebar matanya

Najmah, bintang

Najwa, rahasia

Nasamah, pembebasan

Nashirah, mendapat pertolongan dan menang

Nazhimah, kumpulan mutiara

Nazihah, terhindar dari hal-hal buruk

Nihayah, penutur

Nujud, cerdik

Nur, Cahaya

Nuwayyar, yang bercahaya

Qamariyyah, Nama bunga

Qasimah, cantik

Qiladah, kalung

Qismah, bagian

Ra'idah, pemandu

Rafi'ah, yang tinggi

Rafidah, yang diberi pertolongan

Rafiqah, Istri

Raghdah, damai

Rahaf, halus

Rahimah, penyayang

Rahmah, rahmat

Raihanah, wanita yang baik jiwanya

Raim, bukit

Raima, selama

Rajwa, permohonan

Raniyah, yang memandang dengan terpesona

Rasikhah, tegar, kuat

Rasyidah, yang matang fikirannya

Raudhah, taman

Rifqah, himpunan

Sa'adah, kebahagiaan

Sa'idah, yang senang

Sahilah, yang sangat mudah

Sahirah, rembulan

Sajidah, yang banyak bersujud

Sakinah, tenang

Salimah, selamat

Sallamah, yang menyelamatkan

Salma, selamat

Salsabil, mata air surga

Salwa, nama burung, madu

Samar, sinar rembulan

Samirah, siang dan malam

Samiyah, luhur

Samra', warna coklat

Sarah, Istri nabi Ibrahim

Sayyidah, Nyonya

Shabah, waktu pagi

Shabihah, wajah yang berseri-seri

Shada, gema

Shadiqah, yang jujur

Shafa, kejernihan

Shalihah, wanita yang shaleh

Shiba, kerinduan

Suhailah, mudah

Sulthanah, pemimpin wanita

Syarifah, yang mulia

Syukriyyah, kesyukuran

Tahani, selamat

Tamimah, perlindungan

Thallah, cantik

Thayyibah, yang baik

Tsamirah, yang berbuah

Tumamah, kesempurnaan

Ulfah, ramah tmah

Ulya, yang luhu

Umu Kultsum, Nama Puteri Nabi

Unsyudah, syair yang berkumandang

Wahidah, satu-satunya

Waliyah, yang mencitai

Wardah, bunga mawar

Wasimah, Berwajah cantik

Yamamah, merpati

Yasamin/yasaminah, Bunga melati

Zahirah, bercahaya

Zahrah, bunga

Zahwah, membanggakan

Zainab, istri nabi

Zainah, yang indah

Zakiyah, Suci

Zhafirah, yang beruntung

Zhahirah, penolong

Tidak ada entri.
Tidak ada entri.